Operasi Penaklukan Mesir
Mesir Menjelang Ekspedisi
Setelah kekuasaan Bani Fatimiyah berakhir di Mesir (969-1171), selanjutnya Secara berturut-turut kota Mesir dikuasai Bani Ayyub dan kaum Mamluk. Akan tetapi, tahun 1517, Sultan Salim dari kerajaan Turki Usmani dapat merebut Mesir dari tangan Mamluk. Sejak pada saat itu Mesir berada dibawah kekuasaan kerajaan Turki Usmani.
Namun, karena kekuatan Turki Usmani tidak sepenuhnya melumpuhkan kekuatan kaum Mamluk , maka pada abad ke-18, al-Kabir menjadi gubernur tahun 1769 , ia memproklamirkan sebagai daerah yang berdiri sendiri dan sekaligus menolak membayar pajak ke Turki.
Ketika Mesir berada dibawah kekuasaan Mamluk , kondisi Mesir pada titik terendah . hubungan penguasa Tidak berjalan mesra. Pemerintah bertindak sewenang-wenang; kepentingan rakyat terabaikan, irigasi tidak lancar dan keamanan tidak diperhatikan. Rakyat menderita kelaparan karena harus membayar pajak yang tinggi dan ekonomi rakyat pun Morat Marit.
Problem diatas diperburuk lagi dengan adanya persaingan dan perebutan kekuasaan dikalangan para pembesar , sedangkan Pasya yang dikirim pemerintah Turki kesana tidak dapat berbuat apa-apa.
Kondisi yang runyam ini agaknya disebabkan tidak adanya pemimpin Mesir yang kuat, yang bisa mempersatukan rakyatnya dan memerhatikan kesejahteraan mereka. Padahal tanah Mesir cukup kaya dan mempunyai posisi yang strategis dalam bidang ekonomi . Kalay saja potensi-potensi tersebut tersebut dapat ditangani secara optimal ,Mak rakyat Mesir tidak akan mengalami penderitaan.
Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan ini Napoleon datang menyerang dengan persiapan yang matang dan didukung pula oleh kekuatan yang mantap. Maka kota Mesir pun berhasil dikuasai Napoleon bersama pasukannya.
Mesir Menjelang Ekspedisi
Setelah kekuasaan Bani Fatimiyah berakhir di Mesir (969-1171), selanjutnya Secara berturut-turut kota Mesir dikuasai Bani Ayyub dan kaum Mamluk. Akan tetapi, tahun 1517, Sultan Salim dari kerajaan Turki Usmani dapat merebut Mesir dari tangan Mamluk. Sejak pada saat itu Mesir berada dibawah kekuasaan kerajaan Turki Usmani.
Namun, karena kekuatan Turki Usmani tidak sepenuhnya melumpuhkan kekuatan kaum Mamluk , maka pada abad ke-18, al-Kabir menjadi gubernur tahun 1769 , ia memproklamirkan sebagai daerah yang berdiri sendiri dan sekaligus menolak membayar pajak ke Turki.
Ketika Mesir berada dibawah kekuasaan Mamluk , kondisi Mesir pada titik terendah . hubungan penguasa Tidak berjalan mesra. Pemerintah bertindak sewenang-wenang; kepentingan rakyat terabaikan, irigasi tidak lancar dan keamanan tidak diperhatikan. Rakyat menderita kelaparan karena harus membayar pajak yang tinggi dan ekonomi rakyat pun Morat Marit.
Problem diatas diperburuk lagi dengan adanya persaingan dan perebutan kekuasaan dikalangan para pembesar , sedangkan Pasya yang dikirim pemerintah Turki kesana tidak dapat berbuat apa-apa.
Kondisi yang runyam ini agaknya disebabkan tidak adanya pemimpin Mesir yang kuat, yang bisa mempersatukan rakyatnya dan memerhatikan kesejahteraan mereka. Padahal tanah Mesir cukup kaya dan mempunyai posisi yang strategis dalam bidang ekonomi . Kalay saja potensi-potensi tersebut tersebut dapat ditangani secara optimal ,Mak rakyat Mesir tidak akan mengalami penderitaan.
Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan ini Napoleon datang menyerang dengan persiapan yang matang dan didukung pula oleh kekuatan yang mantap. Maka kota Mesir pun berhasil dikuasai Napoleon bersama pasukannya.
Komentar
Posting Komentar