Langsung ke konten utama
Jalannya Ekspedisi
Operasi penyerangan ke Mesir tampaknya memang dipersiapkan matang-matang . Pimpinan tertinggi penyerangan dipegang sendiri oleh Napoleon. Tentara yang dipimpinnya berjumlah 36.000 orang. Disamping membawa tentara, dia juga mengikutkan 500 orang sipil, diantaranya; 176 ahli dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, 500 orang wanita dan dua set alat percetakan dengan huruf latin, Arab dan Yunani.
   Napoleon beserta rombongannya bertolak dari pelabuhan Toulon menuju Mesir bulan Mei 1798. Pada 2 Juli 1798, setelah menaklukkan kota Malta, ia mendarat di Alexandria, Mesir. Esok harinya kota tersebut berhasil dikuasai. Kemudian penyerangan diteruskan ke kota Rasyid (Rosetta). Setelah kota ini dikuasai maka kota maka serangan selanjutnya diteruskan ke daerah Piramid. Pertarungan pun terjadi antara keduanya. Tetapi karena kaum Mamluk tidak mampu menghadapi tentara Napoleon, karena didukung Dengan peralatan militer yang sudah modern , maka mereka melarikan diri ke Cairo. Namun, disini mereka tidak mendapatkan bantuan dari rakyat Mesir, lalu mereka lari lagi ke Mesir bagian selatan. Jadi tidak sampai satu Minggu, Napoleon telah berhasil menguasai kota Mesir . Namun penguasaan atas Mesir telah mengundang perlawanan dari kerajaan Turki Usmani yang dibantu oleh pasukan Inggris.
      Untuk menghadang serangan Turki Usmani ke Mesir, Napoleon berangkat ke Syiria bulan Februari 1799. Dalam perjalanan menuju Syiria, Napoleon berhasil merebut kota Gaza dan Jaffa. Tetapi du Ukka (Acer), Ahmad al-jazzar Pasya dengan bantuan Inggris dapat mematahkan serangan tentara Napoleon. Akhirnya Napoleon kembali ke Mesir setelah sebagian tentaranya terbunuh.
     Perlawanan dari pihak Turki terus berlanjut. Pada 17 Juli 1799 terjadilah Perang darat antara due kekuatan di Abi Qair. Pertempuran ini dapat dimenangkan pasukan Napoleon. Napoleon meninggalkan Mesir 18 Agustus 1799, setelah dia menunjuk jenderal Kleber sebagai penggantinya.
     Kepemimpinan Kleber di Mesir hanya berlangsung sepuluh bulan, karena pada 14 Juni 1800 ia mati terbunuh. Kemudian ia digantikan oleh Abdullah Jacques Meningkatkan.
     Pasukan gabungan Turki-Inggris terus menggempur pertahanan tentara Prancis. Pada pertempuran-pertempuran selanjutnya, tentara Prancis berada pada titik yang lemah , hingga tentara Prancis mengalami kekalahan, baik di Cairo maupun di Alexandria. Akhirnya, pada tanggal 31 Agustus 1801 tentara Prancis dipaksa angkat kaki dari bumi Mesir.

Komentar