Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020
Jalannya Ekspedisi Operasi penyerangan ke Mesir tampaknya memang dipersiapkan matang-matang . Pimpinan tertinggi penyerangan dipegang sendiri oleh Napoleon. Tentara yang dipimpinnya berjumlah 36.000 orang. Disamping membawa tentara, dia juga mengikutkan 500 orang sipil, diantaranya; 176 ahli dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, 500 orang wanita dan dua set alat percetakan dengan huruf latin, Arab dan Yunani.    Napoleon beserta rombongannya bertolak dari pelabuhan Toulon menuju Mesir bulan Mei 1798. Pada 2 Juli 1798, setelah menaklukkan kota Malta, ia mendarat di Alexandria, Mesir. Esok harinya kota tersebut berhasil dikuasai. Kemudian penyerangan diteruskan ke kota Rasyid (Rosetta). Setelah kota ini dikuasai maka kota maka serangan selanjutnya diteruskan ke daerah Piramid. Pertarungan pun terjadi antara keduanya. Tetapi karena kaum Mamluk tidak mampu menghadapi tentara Napoleon, karena didukung Dengan peralatan militer yang sudah modern , maka mereka melarikan diri ke Ca...
Operasi Penaklukan Mesir Mesir Menjelang Ekspedisi    Setelah kekuasaan Bani Fatimiyah berakhir di Mesir (969-1171), selanjutnya Secara berturut-turut kota Mesir dikuasai Bani Ayyub dan kaum Mamluk. Akan tetapi, tahun 1517, Sultan Salim dari kerajaan Turki Usmani dapat merebut Mesir dari tangan Mamluk. Sejak pada saat itu Mesir berada dibawah kekuasaan kerajaan Turki Usmani.    Namun, karena kekuatan Turki Usmani tidak sepenuhnya melumpuhkan kekuatan kaum Mamluk , maka pada abad ke-18, al-Kabir menjadi gubernur tahun 1769 , ia memproklamirkan sebagai daerah yang berdiri sendiri dan sekaligus menolak membayar pajak ke Turki.    Ketika Mesir berada dibawah kekuasaan Mamluk , kondisi Mesir pada titik terendah . hubungan penguasa Tidak berjalan mesra. Pemerintah bertindak sewenang-wenang; kepentingan rakyat terabaikan, irigasi tidak lancar dan keamanan tidak diperhatikan. Rakyat menderita kelaparan karena harus membayar pajak yang tinggi dan ekonomi rakyat ...
 Dunia Islam pada Abad XIII Sampai Menjelang Ekspedisi        Semenjak tahun 1250 M. Dunia Islam secara berangsur-angsur telah kehilangan pamornya. Keadaan demikian memang sudah dimulai sejak terjadinya disintegrasi dalam lapangan politik pada akhir masa Bani Umayyah dan memuncak pada masa Bani Abbasiyah, terutama pada Khalifah menjadi boneka ditangan tentara pengawal. Namun demikian, sisa-sisa kejayaan itu masih tampak juga di tiga kerajaan besar, yaitu kerajaan Turki Usmani, Kerajaan Safaei, dan kerajaan Mughal.      Setelah masuk abad ke-18, dunia Islam benar-benar mengalami kemunduran yang sangat parah. Dalam lapangan politik dan militer umat Islam kehilangan sumber income utamanya, yaitu kehilangnya monopoli dagang antara Timur dan Barat dari tangan umat Islam. Dalam lapangan Ilmu pengetahuan terjadi pula stagnasi. Umat Islam dipengaruhi oleh sikap fatalistis sehingga dunia Islam pada umumnya menjadi statis mundur.       ...